admin • Des 21 2025 • 130 Dilihat

BALI — Gelombang sampah Bali kembali menerjang salah satu pantai populer di Pulau Dewata, Senin (hari ini). Tumpukan sampah laut dalam jumlah besar menghampar di sepanjang garis pantai dan langsung mengganggu aktivitas wisata, memicu keluhan wisatawan serta pelaku usaha pariwisata.
Pantauan di lokasi sejak pagi hari menunjukkan gelombang sampah Bali didominasi limbah plastik, botol minuman, styrofoam, kayu, serta sisa-sisa rumah tangga yang terbawa arus laut. Sampah terlihat menutup sebagian besar area pasir, membuat wisatawan enggan berenang maupun beraktivitas di tepi pantai.
Sejumlah wisatawan mancanegara tampak hanya berfoto dari kejauhan, sementara sebagian lainnya memilih meninggalkan lokasi. “Kami datang untuk menikmati pantai, tapi kondisinya sangat kotor. Ini cukup mengecewakan,” ujar seorang wisatawan asal Australia.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Bali, I Made Teja, membenarkan fenomena gelombang sampah Bali tersebut. Ia menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh musim angin barat yang membawa sampah dari laut lepas ke wilayah pesisir.
“Gelombang sampah Bali ini merupakan fenomena musiman. Sampah berasal dari muara sungai, aktivitas darat, dan perairan sekitarnya yang terbawa arus laut ke pantai,” ujarnya.
Menurutnya, volume sampah kali ini tergolong besar karena dipengaruhi cuaca ekstrem dan tingginya intensitas gelombang laut. DLH bersama pemerintah kabupaten/kota langsung melakukan pembersihan darurat dengan melibatkan petugas kebersihan, TNI/Polri, relawan, serta komunitas peduli lingkungan.
“Sejak pagi kami sudah kerahkan personel, truk pengangkut, dan alat berat. Namun pembersihan membutuhkan waktu karena sampah terus berdatangan,” tambah Made Teja.
Pelaku usaha pariwisata mengaku gelombang sampah Bali berdampak langsung pada tingkat kunjungan dan pendapatan. Ketua Asosiasi Pelaku Pariwisata setempat, Wayan Sudira, mengatakan kondisi pantai yang tercemar membuat wisatawan membatalkan aktivitas.
“Ini sangat berdampak. Pantai adalah daya tarik utama Bali. Jika terus terjadi, citra pariwisata Bali bisa terganggu,” katanya.
Ia mendorong adanya solusi jangka panjang, tidak hanya pembersihan rutin saat gelombang Nyampah Bali terjadi. Menurutnya, pengelolaan sampah harus diperkuat dari hulu, terutama di wilayah sungai dan pemukiman.
Pemerintah Provinsi Bali juga mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk ikut berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan. Pengurangan penggunaan plastik sekali pakai dan disiplin membuang sampah pada tempatnya dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah gelombang sampah Bali terulang.
Hingga siang hari, proses pembersihan masih berlangsung. Wisatawan diimbau tetap berhati-hati dan mengikuti arahan petugas. Pemerintah memastikan penanganan akan terus dilakukan agar pantai dapat kembali bersih dan aktivitas pariwisata berjalan normal.
Balinotis.com , JAKARTA –Pihak kuasa hukum Khariq Anhar menganggap bahwa jaksa penuntut umum t...
Balinotis.com – Hasil yang tidak memuaskan diraih oleh Liverpool dalam pertandingan pramusim. ...
Balinotis.com – Konflik antara Amerika Serikat dan Iran memasuki tahap yang baru. Setelah bebe...
Balinotis.com , BONDOWOSO– Persaingan untuk mendapatkan kursi Ketua Umum Tanfidziyah PBNU mulai me...
balinotis.com – Gerhana matahari total yang akan terjadi pada 12 Agustus 2026 tidak dapat dili...
—Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) mengucapkan permintaan maaf setelah muncul berita ...
Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!
DENPASAR, Balinotis.com — Isu pengelolaan dan alih fungsi lahan mangrove di Bali resmi masuk dalam agenda pembahasan Dewan Perwakilan Raky...
Exploring the Tech-Savvy WondersThe delineation between digital and physical continues to blur, weaving a fabric of reality that resonates with ...
The killing of Hamas leader Saleh al-Arouri in a reported drone strike in Beirut will be perceived as a warning to Iran, which has armed and fin...
Smart Homes: Beyond Automation to AnticipationIf 2023 could be summarized in the gadget space, it would be the year where our homes started trul...

No comments yet.