admin • Agu 11 2026 • 13 Dilihat

—Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) mengucapkan permintaan maaf setelah muncul berita mengenai dugaan pemberian “layanan seksual” kepada wasit asing yang bertugas dalam pertandingan internasional pada tahun 2011 dan 2012.
Isu tersebut muncul setelah laporan JTBC mengungkapkan hasil penyelidikan Kementerian Olahraga Korea Selatan mengenai agenda kualifikasi Piala Dunia 2014 dan Olimpiade London 2012.
Permintaan maaf dari KFA diungkapkan pada hari Sabtu setelah berbagai masalah lama kembali menjadi perhatian masyarakat.
Selain laporan mengenai dugaan hiburan yang tidak sesuai bagi wasit asing, KFA juga sedang menghadapi penyelidikan terpisah terkait proses pemilihan Hong Myung-bo sebagai pelatih tim nasional Korea Selatan.
Laporan JTBC mengungkap bahwa KFA memberikan hiburan yang tidak sesuai kepada wasit asing dalam tujuh kali kesempatan antara Maret 2011 hingga Maret 2012.
Berdasarkan penyelidikan Kementerian Olahraga Korea Selatan pada tahun 2016, kegiatan tersebut melibatkan kunjungan ke tempat pijat yang biayanya mencakup layanan seksual.
Kemungkinan terjadi saat wasit asing sedang berada di Korea Selatan untuk menjalankan tugas dalam pertandingan internasional.
Beberapa acara berlangsung selama masa kualifikasi Piala Dunia 2014 dan Olimpiade London 2012, sehingga kembali mendapat perhatian lebih dari satu dekade setelah kejadian tersebut.
JTBC melaporkan temuan tersebut berdasarkan penyelidikan Kementerian Olahraga Korea Selatan yang dilakukan pada tahun 2016.
Laporan tersebut menjadi dasar munculnya kembali tuduhan terhadap organisasi sepak bola Korea Selatan, meskipun banyak pihak di dalam KFA disebut tidak mengetahui peristiwa tersebut.
KFA mengucapkan permintaan maaf setelah laporan tersebut kembali muncul bersamaan dengan berbagai masalah lain yang sedang dihadapi oleh organisasi tersebut.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Sabtu (8/8/2026), KFA mengakui munculnya kekhawatiran masyarakat terkait berbagai isu yang terungkap melalui sidang parlemen, penggeledahan dan penyitaan yang belum pernah terjadi sebelumnya, serta laporan tentang kejadian masa lalu.
“Kami menyampaikan permintaan maaf yang tulus atas kekhawatiran yang muncul terkait berbagai isu yang melibatkan asosiasi, yang timbul dari sidang parlemen dan penggeledahan serta penyitaan yang belum pernah terjadi sebelumnya, serta dari laporan mengenai peristiwa yang terjadi lebih dari sepuluh tahun lalu, yang bahkan banyak anggota organisasi sendiri tidak mengetahuinya,” ujar KFA dalam pernyataannya.
KFA juga menyatakan bahwa tindakan semacam itu tidak sedang berlangsung di dalam organisasi saat ini.
“Assosiasi tersebut menegaskan bahwa tindakan tidak pantas semacam ini, atau penggunaan kartu perusahaan untuk keperluan tersebut, sama sekali tidak terjadi saat ini,” tegas KFA.
Perhatian terhadap KFA tidak hanya terkait dengan dugaan layanan seksual terhadap wasit asing pada tahun 2011 dan 2012.
Organisasi tersebut juga menghadapi isu terpisah mengenai proses pemilihan Hong Myung-bo sebagai pelatih tim nasional Korea Selatan.
Petugas kepolisian Seoul melakukan penggeledahan di kantor KFA pada hari Kamis dalam rangka penyelidikan mengenai penunjukan Hong.
Pelatih tersebut kembali memimpin tim nasional Korea Selatan pada tahun 2024 setelah sebelumnya menjabat selama periode 2013 hingga 2014.
Penunjukan Hong Myung-bo sebelumnya mendapat perhatian karena KFA menghentikan proses pencarian pelatih asing yang berlangsung selama beberapa bulan.
Setelah proses tersebut dihentikan, KFA memilih Hong hanya melalui pertemuan singkat.
Kontroversi muncul kembali setelah perjalanan Korea Selatan dalam Piala Dunia berakhir dengan hasil yang mengecewakan.
Korea Selatan gagal melaju ke babak berikutnya pada fase grup, sehingga proses pemilihan pelatih serta pengelolaan KFA kembali menjadi sorotan masyarakat.
KFA kini mendapat perhatian dari berbagai pihak, mulai dari dugaan tindakan tidak sesuai yang terjadi lebih dari sepuluh tahun lalu hingga penyelidikan mengenai keputusan manajemen dalam menentukan pelatih tim nasional.
KFA memang mengklaim bahwa praktik pemberian hiburan seperti itu tidak lagi terjadi saat ini, namun laporan mengenai tujuh kejadian selama periode Maret 2011 hingga Maret 2012 membuat isu lama kembali mendapat perhatian.
Peristiwa ini juga menunjukkan bagaimana keputusan dan tindakan organisasi sepak bola di masa lalu masih bisa berdampak pada citra federasi bertahun-tahun setelahnya.
Terlebih lagi, dugaan tersebut berkaitan dengan pertandingan internasional dan melibatkan wasit asing yang datang ke Korea Selatan untuk menjalankan tugasnya secara profesional.
KFA belum memberikan respons tambahan mengenai informasi tuduhan tersebut setelah laporan JTBC dirilis.
Di sisi lain, penyelidikan polisi Seoul terkait penunjukan Hong Myung-bo menunjukkan bahwa masalah yang dihadapi federasi Korea Selatan saat ini tidak hanya berkaitan dengan peristiwa masa lalu.
Balinotis.com , JAKARTA –Pihak kuasa hukum Khariq Anhar menganggap bahwa jaksa penuntut umum t...
Balinotis.com – Hasil yang tidak memuaskan diraih oleh Liverpool dalam pertandingan pramusim. ...
Balinotis.com – Konflik antara Amerika Serikat dan Iran memasuki tahap yang baru. Setelah bebe...
Balinotis.com , BONDOWOSO– Persaingan untuk mendapatkan kursi Ketua Umum Tanfidziyah PBNU mulai me...
balinotis.com – Gerhana matahari total yang akan terjadi pada 12 Agustus 2026 tidak dapat dili...
Balinotis.com – Lamborghini Temerario segera diluncurkan secara resmi di pasar Indonesia. Mode...
Madura Balinotis.com Basarnas kembali mengirimkan KN SAR 249 Permadi untuk mencari keberadaan bangkai Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Mutiara Se...
President Joe Biden was visiting Mother Emanuel AME Church in Charleston, South Carolina, on a campaign stop today when a group of war protester...
Update Wisata Bali, Bali memang nggak pernah ada matinya! Tiap tahun selalu ada saja yang baru, bikin wisatawan dari mana-mana makin betah. Temp...
Harga emas diprediksi akan mengalami fluktuasi pada pekan depan. Berdasarkan data terbaru, harga emas Antam atau Logam Mulia pada perdagangan Ah...
Balinotis.com – BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung sedang mengkaji rencana pemberian izin kepada perusahaan yang ingin mendirikan ...

No comments yet.