admin • Mei 03 2026 • 15 Dilihat

Harga emas diprediksi akan mengalami fluktuasi pada pekan depan. Berdasarkan data terbaru, harga emas Antam atau Logam Mulia pada perdagangan Ahad, 3 Mei 2026, berada di level Rp 2.796.000 per gram. Sementara itu, harga emas dunia akhir pekan ini diperdagangkan di atas US$ 4.600 per troy ons.
Dalam sepekan terakhir, harga emas dunia mengalami pergerakan yang cukup signifikan. Pada 28 April 2026, harga emas dunia mencapai titik tertinggi sebesar US$ 4.690 per troy ons. Di hari yang sama, Logam Mulia juga mencatatkan harga tertinggi sepekan, yaitu Rp 2.814.000 per gram.
Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menyampaikan prediksi mengenai kemungkinan pergerakan harga emas dunia pada minggu depan. Jika harga emas dunia turun, maka kemungkinan besar akan berada di kisaran US$ 4.389 hingga US$ 4.520. Sementara itu, jika harga emas merosot, Logam Mulia kemungkinan akan mencapai kisaran Rp 2.750.000 hingga Rp 2.786.000 per gram. “Dengan demikian, ada kemungkinan besar bahwa Logam Mulia akan diperdagangkan mendekati harga Rp 2.750.000 per gram,” ujarnya dalam keterangan resmi, Ahad, 3 Mei 2026.
Namun, jika harga emas naik, maka harga emas dunia bisa mencapai kisaran US$ 4.702 hingga US$ 4.851 per troy ons. Sementara itu, harga emas Antam kemungkinan akan berada di kisaran Rp 2.886.000 hingga Rp 2.900.000 per gram.
Ibrahim menjelaskan bahwa ada lima faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga emas dunia. Pertama adalah masalah geopolitik di Timur Tengah. Kedua, kondisi politik di Amerika Serikat. Ketiga, perang dagang. Keempat, kebijakan bank sentral. Terakhir, masalah penawaran dan permintaan global (supply and demand).
Perang di Timur Tengah antara Iran dan AS semakin memanas. Kemungkinan besar akan terjadi perang panjang, seperti yang diungkapkan oleh Garda Revolusi Iran. Presiden AS Donald Trump sendiri juga sedang mempertimbangkan penggunaan rudal hipersonik untuk menekan militer Iran.
Di sisi lain, militer Israel masih gencar melancarkan serangan di Lebanon Selatan, menargetkan infrastruktur dan posisi Hizbullah. Kondisi ini berpotensi membuat harga emas melonjak.
Namun, kondisi ini juga menyebabkan harga minyak dunia terus meningkat. Jika hal ini terus berlanjut, ada kemungkinan bank sentral global akan menaikkan suku bunga acuan. Jika demikian, harga emas dunia bisa terkoreksi karena investor beralih ke aset lain.
Dari sisi supply and demand, di tengah harga yang terkoreksi ini, bank-bank, investor dunia, dan masyarakat kemungkinan besar akan memborong emas yang relatif lebih murah. “Sehingga secara jangka menengah dan panjang, harga Logam Mulia masih akan mengalami kenaikan,” ujar Ibrahim.
JAKARTA Balinotis.com — Harga minyak dunia masih memiliki potensi untuk melonjak, mengingat pasar ...
Tidak semua keberhasilan datang dari kerja keras semata. Ada momen-momen tertentu dalam hidup yang t...
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memicu ketegangan dalam perdagangan global setelah m...
Tradisi Otonan itu penting banget buat umat Hindu Bali. Ini adalah cara kita berterima kasih atas hidup dan juga kesempatan buat berdoa agar sel...
Jakarta Balinotis.com – Pemerintah Kabupaten Tabanan kembali menorehkan prestasi nasional. Kabupaten Tabanan resmi meraih Penghargaan Innovati...
Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!
Gaza is in ruins, with Israeli forces laying siege to the entire strip and leveling swaths of the enclave. An estimated 80% of its population of...
TEL AVIV — Yocheved Lifshitz, one of the first Israeli hostages released by Hamas, took the world by surprise in late October when she shook t...

No comments yet.