admin • Dec 04 2025 • 38 Dilihat

Tari Rejang Dewa itu penting banget di Bali, soalnya tarian sakral ini jadi bagian dari tradisi keagamaan di sana. Bukan cuma sekadar ikut upacara adat, tapi juga buat nunjukkin hormat ke para dewa yang dipercaya datang ke bumi buat ngasih berkat.
Karena Rejang Dewa itu sakral, semua elemen di dalamnya—dari gerakan, baju, penari, sampai musik gamelan—punya makna yang dalam banget. Nah, artikel ini bakal ngebahas sejarahnya, kenapa tarian ini penting, nilai-nilai filosofinya, gimana cara nampilinnya, dan kenapa Tari Rejang Dewa masih relevan sampai sekarang di Bali.
Rejang Dewa itu asalnya dari tradisi kuno di daerah pegunungan Bali. Dulu, orang Bali punya beberapa jenis tari rejang, kayak Rejang Renteng, Rejang Giri Putri, Rejang Sari, dan Rejang Dewa. Walaupun cara penyajiannya beda-beda, semuanya dipakai buat tarian persembahan.

Konon, Rejang Dewa ini muncul karena kepercayaan umat Hindu Bali. Mereka percaya, waktu upacara, para dewa turun ke tempat suci. Nah, buat nyambut para dewa itu, disiapin tarian khusus yang ditarikan sama gadis-gadis desa yang masih suci. Jadi, tujuan utama Rejang Dewa itu bukan buat hiburan, tapi emang buat persembahan, makanya tarian ini nggak dikomersialkan.
Tarian Rejang Dewa itu punya makna mendalam di setiap gerakannya, mencerminkan hubungan baik antara manusia, alam, dan Tuhan. Gerakannya yang kalem nunjukkin kerendahan hati dan ketulusan saat nyambut energi suci. Penarinya muter pelan-pelan, biasanya bentuknya lingkaran atau ngikutin arah mata angin, itu nglambangin siklus hidup dan keseimbangan alam semesta.

Senyum penari bukan buat lucu-lucuan, tapi nunjukkin hati yang bersih. Gerakan tangan yang bawa bunga itu simbol persembahan, sementara langkah kaki yang teratur negasin keselarasan antara dunia nyata dan dunia gaib. Intinya, Rejang Dewa itu cara manusia ngobrol sama dewa, biar hidupnya tetap harmonis.
Rejang Dewa itu biasanya ditarikan sama cewek-cewek muda yang masih perawan. Di Bali, penari itu dianggap kayak perantara buat nyembah, jadi mereka harus jaga banget biar badan sama pikiran tetep suci sebelum nari. Biasanya, mereka pada mandi dulu buat bersih-bersih (melukat) terus berdoa sebelum masuk ke pura.
Tapi, sekarang ada beberapa desa di Bali yang nggak terlalu ketat lagi soal pemilihan penari. Yang penting, mereka tetep sopan, jaga kesucian, dan ngikutin aturan ritualnya. Ini salah satu cara biar anak muda tetep mau ngelestariin Rejang Dewa.
Tarian Rejang Dewa itu biasanya dibawain sama cewek-cewek muda yang masih perawan. Di Bali, penarinya itu dianggap kayak perantara buat nyembah, jadi mereka harus jaga diri, pikiran, semuanya deh, sebelum nari. Biasanya, mereka mandi dulu buat bersih-bersih (melukat) terus berdoa sebelum masuk ke pura.
Tapi, sekarang ada beberapa desa di Bali yang nggak terlalu ketat soal pemilihan penari. Yang penting, mereka tetap sopan, suci, dan ngikutin aturan ritual. Ini salah satu cara biar anak muda tetap mau ngelestariin Rejang Dewa.
Busana tari Rejang Dewa sangat mencerminkan nilai religius. Penari mengenakan kemben putih atau kuning, kain prada, dan selendang yang dililitkan di pinggang. Warna kuning dan putih dipilih karena identik dengan kesucian dan simbol pencerahan.
Aksesoris utama yang menjadi identitas tarian ini adalah gelungan rejang, mahkota bunga yang disusun tinggi dari janur, bunga kamboja, dan bunga sandat. Gelungan tersebut bukan sekadar hiasan, tetapi simbol sinar suci yang menyertai para dewa. Penari juga membawa bunga atau reringgitan untuk dipersembahkan saat menari.
Musik pengiring Tari Rejang Dewa biasanya pakai gong kebyar, gong gede, atau palegongan, tergantung kebiasaan di daerah masing-masing. Iramanya lambat, yang paling kedengeran itu suara gong sama kendang rendah, bikin suasana jadi tenang dan sakral banget.
Musik yang lembut ini kasih kesempatan buat penari gerak dengan teratur dan jaga kesakralan ritual. Sering juga, musiknya ditemenin sama kidung pemujaan yang dinyanyiin sama pemangku atau warga desa.
Cara Nampilin Rejang Dewa
Rejang Dewa ditampilin pas hari-hari besar keagamaan, terutama waktu upacara Dewa Yadnya, Odalan, Piodalan Besar, atau Mapedudusan Alit. Tariannya dilakuin di halaman pura, biasanya abis nyambut pratima atau pas sesajen utama udah disajiin.
Biasanya urutannya gini:
Semua ini dilakuin tanpa ada interaksi sama penonton, soalnya tujuan utamanya tarian ini emang buat persembahan.
Sekarang ini, Rejang Dewa bukan cuma bagian dari ritual agama, tapi juga jadi tanda identitas budaya. Banyak desa adat di Bali yang jadikan tarian ini warisan wajib, jadi anak-anak perempuan dilatih dari kecil. Regenerasi ini penting banget buat jaga nilai spiritual dan budaya lokal biar terus ada.
Festival budaya, pembinaan sanggar seni, sama pelajaran seni di sekolah juga bantu bikin tarian sakral ini makin dikenal tanpa ngurangin nilai religiusnya. Masyarakat Bali tetep jaga batasan biar Rejang Dewa nggak dibawain sembahyang
Denpasar, Balinotis.com — Pemerintah Provinsi Bali kembali menunjukkan keseriusannya dalam memperk...
Tradisi Otonan itu penting banget buat umat Hindu Bali. Ini adalah cara kita berterima kasih atas hi...
Bali – Desember 2025. Pantai Kuta kembali menunjukkan dominasinya sebagai ikon wisata Bali menjelang libur akhir tahun. Sejak awal Desember, k...
BALI — Gelombang sampah Bali kembali menerjang salah satu pantai populer di Pulau Dewata, Senin (hari ini). Tumpukan sampah laut dalam jumlah ...
As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no...
Sopir truk dengan inisial FH( laki- laki, berusia 23 tahun) terlibat pergulatan dengan beberapa warga di Jalan Puri Gading, Kelurahan Jimbaran, ...
Peristiwa pencurian oleh empat turis Jepang di Ubud, Bali, yang terekam CCTV dan viral di media sosial pada 9 Desember 2025, memang bikin heboh....

No comments yet.