admin • Des 07 2025 • 98 Dilihat

Denpasar, Balinotis.com — Pemerintah Provinsi Bali kembali menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat pariwisata berkelanjutan dengan meluncurkan Program Pariwisata Hijau 2025. Pengumuman program ini dilakukan hari Jumat (06/12/2025) di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali. Ini adalah langkah penting untuk memperkuat citra Bali sebagai destinasi yang menjaga keseimbangan antara alam, budaya, dan pengalaman wisatawan.
Program ini dirancang untuk menghadapi perubahan iklim dan peningkatan jumlah turis. Ada tiga fokus utama: menjaga alam, memperkuat budaya lokal, dan mengembangkan ekonomi kreatif berbasis masyarakat. Pemerintah menekankan bahwa keberlanjutan bukan hanya sekadar tren, tetapi memang sangat penting untuk menjaga Bali tetap lestari sebagai tujuan wisata internasional.
Gubernur Bali menyampaikan bahwa pariwisata hijau bukan hanya tentang menanam pohon atau mengurangi sampah plastik. Ini tentang membangun sistem pariwisata yang selaras dengan adat, tradisi, dan ekosistem Bali. Kita ingin wisatawan datang ke Bali bukan hanya untuk menikmati keindahan alam, tetapi juga memahami filosofi hidup masyarakat Bali, katanya.
Salah satu agenda penting dalam program ini adalah pengembangan desa wisata berbasis lingkungan. Pemerintah akan bekerja sama dengan desa adat dan komunitas lokal untuk mengembangkan paket wisata alam seperti trekking, wisata mangrove, pengamatan burung, dan kunjungan ke subak yang merupakan warisan budaya dunia UNESCO. Selain itu, konservasi lingkungan seperti rehabilitasi pantai, pelestarian terumbu karang, dan penataan jalur pendakian Gunung Agung dan Gunung Batur juga menjadi prioritas.
Tidak hanya itu, program ini juga menekankan pentingnya menjaga budaya Bali sebagai daya tarik utama. Seni, upacara adat, kuliner tradisional, dan arsitektur khas Bali akan mendapat perhatian khusus melalui dukungan dana dan pendampingan dari pemerintah daerah. Tujuannya adalah agar pelaku seni dan budaya lokal bisa mendapatkan manfaat ekonomi sekaligus melestarikan identitas budaya Bali.
Peluncuran program ini mendapat sambutan baik dari pelaku pariwisata, seperti pengelola hotel, agen perjalanan, dan komunitas lingkungan. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali menilai bahwa program ini bisa meningkatkan kualitas pariwisata Bali dan daya saingnya di tingkat global. Wisatawan sekarang semakin peduli dengan isu lingkungan. Bali harus menyesuaikan diri agar tetap menjadi tujuan favorit, ujarnya.
Pemerintah juga menyiapkan aturan baru terkait pengurangan emisi karbon di sektor pariwisata, termasuk mendorong penggunaan energi terbarukan di hotel, transportasi rendah emisi, dan sistem pengelolaan sampah terpadu di seluruh objek wisata. Pemerintah menargetkan 30 persen destinasi wisata di Bali menerapkan standar pariwisata hijau sebelum akhir 2026.
Melalui Program Pariwisata Hijau ini, Pemprov Bali berharap bisa menciptakan keseimbangan antara peningkatan ekonomi masyarakat dan kelestarian lingkungan serta budaya. Bali diharapkan semakin dikenal sebagai contoh sukses destinasi wisata berkelanjutan yang bisa menginspirasi daerah lain di Indonesia. Dengan kerja sama antara pemerintah, desa adat, pelaku wisata, dan masyarakat, Bali optimis menuju masa depan pariwisata yang hijau, sehat, dan berkualitas.
Pada hari Kamis, 19 Maret 2026, Hari Nyepi 2026 akan dirayakan. Hari ini juga merupakan Tahun Baru S...
Tradisi Otonan itu penting banget buat umat Hindu Bali. Ini adalah cara kita berterima kasih atas hi...
Tari Rejang Dewa itu penting banget di Bali, soalnya tarian sakral ini jadi bagian dari tradisi keag...
Denpasar balinotis.com — Pariwisata Bali lagi bagus-bagusnya nih, mau libur akhir tahun 2025. Hotel-hotel di tempat wisata rame banget, banyak...
Exploring the Tech-Savvy WondersThe delineation between digital and physical continues to blur, weaving a fabric of reality that resonates with ...
Denpasar, Bali — Tren wisata religi di Bali makin naik daun di 2025. Pura-pura tua dan bersejarah jadi daya tarik utama buat turis asing. Gak ...
balinotis.com – Gerhana matahari total yang akan terjadi pada 12 Agustus 2026 tidak dapat dilihat dari Indonesia, namun beberapa negara ak...
Balinotis.com – BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung sedang mengkaji rencana pemberian izin kepada perusahaan yang ingin mendirikan ...

No comments yet.