admin • Mar 20 2026 • 64 Dilihat

Pada hari Kamis, 19 Maret 2026, Hari Nyepi 2026 akan dirayakan. Hari ini juga merupakan Tahun Baru Saka 1948. Pemerintah juga telah menetapkan Rabu, 18 Maret 2026, sebagai hari libur bersama untuk Nyepi. Ini dilakukan melalui Keputusan Bersama Tiga Menteri tentang hari libur nasional dan cuti bersama untuk tahun 2026. Kali ini bukan hanya awal tahun baru dalam kalender Saka, tetapi juga pengingat bahwa orang-orang masih membutuhkan tempat yang tenang untuk berpikir dan berkumpul kembali di dunia yang semakin bising.
Kementerian Agama mengatakan bahwa perayaan Nyepi tahun ini istimewa karena jatuh pada bulan Ramadan dan dekat dengan Idul Fitri 1447 Hijriah. Menteri Agama Nasaruddin Umar membahas tentang gagasan Vasudhaiva Kutumbakam, yang berarti “Satu Bumi, Satu Keluarga.” Dia juga mengatakan bahwa perbedaan tidak boleh dilihat sebagai kelemahan, tetapi sebagai kekuatan yang dapat membantu kita menjadi bangsa yang lebih kuat. Pesan ini membuat Nyepi 2026 penting tidak hanya bagi umat Hindu tetapi juga sebagai pengingat bagi semua orang Indonesia yang hidup dalam masyarakat yang beragam.
Catur Brata Penyepian adalah cara umat Hindu merayakan Nyepi. Ini termasuk amati geni (tidak menyalakan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak menikmati hiburan). Empat janji tersebut tidak melihat keheningan sebagai ketiadaan, tetapi sebagai cara untuk mengendalikan diri, berpikir mendalam, dan membersihkan diri dari dalam ke luar. Panduan Agama Hindu dari Kementerian Agama juga mengatakan bahwa keheningan Nyepi adalah waktu yang baik untuk mendengarkan suara batin Anda, yang sering kali tenggelam oleh kebisingan dan aktivitas kehidupan sehari-hari.
Di sinilah Nyepi 2026 benar-benar berarti. Ketika ada notifikasi, percakapan cepat, argumen tanpa akhir, dan aliran informasi yang hampir tak pernah berhenti dalam kehidupan modern, keheningan menjadi langka. Banyak orang hidup dalam hiruk-pikuk, tetapi mereka tidak benar-benar mendengar pikiran mereka sendiri. Nyepi mengajarkan bahwa mengambil istirahat bukanlah hal yang buruk, melainkan hal yang diperlukan untuk mencegah orang tersesat dalam kebisingan yang menguras emosi, perhatian, dan empati mereka.
Keheningan juga berarti sesuatu dalam masyarakat. Ketika segalanya lebih tenang, orang-orang didorong untuk melepaskan ego mereka, berhenti bereaksi berlebihan, dan memperbaiki hubungan mereka dengan orang lain. Pesan ini sesuai dengan semangat “Satu Bumi, Satu Keluarga,” yang merupakan bagian besar dari Nyepi tahun ini. Dalam dunia di mana orang sering terpecah oleh pendapat mereka, Nyepi mengajarkan kita pelajaran sederhana namun penting: sebelum kita bisa berbicara kepada dunia, kita perlu berdamai dengan diri kita sendiri.
Jadi, Nyepi 2026 bukan hanya hari raya keagamaan yang terjadi setiap tahun. Nyepi juga merupakan pengingat publik bahwa keheningan masih penting di dunia saat ini. Di dunia yang penuh dengan kebisingan, Nyepi mengingatkan kita bahwa diam bukanlah tanda kelemahan. Keheningan memberi Anda kekuatan untuk berpikir lebih jernih, hidup lebih sadar, dan bergaul dengan orang lain serta alam semesta.
Denpasar, Balinotis.com — Pemerintah Provinsi Bali kembali menunjukkan keseriusannya dalam memperk...
Tradisi Otonan itu penting banget buat umat Hindu Bali. Ini adalah cara kita berterima kasih atas hi...
Tari Rejang Dewa itu penting banget di Bali, soalnya tarian sakral ini jadi bagian dari tradisi keag...
Bali Notis GARUT –Kabupaten Garut, Jawa Barat, tidak hanya terkenal dengan dodol khasnya, tetapi juga menjadi tempat yang ideal bagi para ...
BALI — Gelombang sampah Bali kembali menerjang salah satu pantai populer di Pulau Dewata, Senin (hari ini). Tumpukan sampah laut dalam jumlah ...
Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!
Peristiwa pencurian oleh empat turis Jepang di Ubud, Bali, yang terekam CCTV dan viral di media sosial pada 9 Desember 2025, memang bikin heboh....
Pada hari Kamis, 19 Maret 2026, Hari Nyepi 2026 akan dirayakan. Hari ini juga merupakan Tahun Baru Saka 1948. Pemerintah juga telah menetapkan R...

No comments yet.