admin • Dec 21 2025 • 33 Dilihat

BALI — Gelombang sampah Bali kembali menerjang salah satu pantai populer di Pulau Dewata, Senin (hari ini). Tumpukan sampah laut dalam jumlah besar menghampar di sepanjang garis pantai dan langsung mengganggu aktivitas wisata, memicu keluhan wisatawan serta pelaku usaha pariwisata.
Pantauan di lokasi sejak pagi hari menunjukkan gelombang sampah Bali didominasi limbah plastik, botol minuman, styrofoam, kayu, serta sisa-sisa rumah tangga yang terbawa arus laut. Sampah terlihat menutup sebagian besar area pasir, membuat wisatawan enggan berenang maupun beraktivitas di tepi pantai.
Sejumlah wisatawan mancanegara tampak hanya berfoto dari kejauhan, sementara sebagian lainnya memilih meninggalkan lokasi. “Kami datang untuk menikmati pantai, tapi kondisinya sangat kotor. Ini cukup mengecewakan,” ujar seorang wisatawan asal Australia.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Bali, I Made Teja, membenarkan fenomena gelombang sampah Bali tersebut. Ia menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh musim angin barat yang membawa sampah dari laut lepas ke wilayah pesisir.
“Gelombang sampah Bali ini merupakan fenomena musiman. Sampah berasal dari muara sungai, aktivitas darat, dan perairan sekitarnya yang terbawa arus laut ke pantai,” ujarnya.
Menurutnya, volume sampah kali ini tergolong besar karena dipengaruhi cuaca ekstrem dan tingginya intensitas gelombang laut. DLH bersama pemerintah kabupaten/kota langsung melakukan pembersihan darurat dengan melibatkan petugas kebersihan, TNI/Polri, relawan, serta komunitas peduli lingkungan.
“Sejak pagi kami sudah kerahkan personel, truk pengangkut, dan alat berat. Namun pembersihan membutuhkan waktu karena sampah terus berdatangan,” tambah Made Teja.
Pelaku usaha pariwisata mengaku gelombang sampah Bali berdampak langsung pada tingkat kunjungan dan pendapatan. Ketua Asosiasi Pelaku Pariwisata setempat, Wayan Sudira, mengatakan kondisi pantai yang tercemar membuat wisatawan membatalkan aktivitas.
“Ini sangat berdampak. Pantai adalah daya tarik utama Bali. Jika terus terjadi, citra pariwisata Bali bisa terganggu,” katanya.
Ia mendorong adanya solusi jangka panjang, tidak hanya pembersihan rutin saat gelombang Nyampah Bali terjadi. Menurutnya, pengelolaan sampah harus diperkuat dari hulu, terutama di wilayah sungai dan pemukiman.
Pemerintah Provinsi Bali juga mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk ikut berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan. Pengurangan penggunaan plastik sekali pakai dan disiplin membuang sampah pada tempatnya dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah gelombang sampah Bali terulang.
Hingga siang hari, proses pembersihan masih berlangsung. Wisatawan diimbau tetap berhati-hati dan mengikuti arahan petugas. Pemerintah memastikan penanganan akan terus dilakukan agar pantai dapat kembali bersih dan aktivitas pariwisata berjalan normal.
DENPASAR Bali Notis , – Seorang wanita warga negara asing (WNA) berkebangsaan Rusia dengan inisial...
BADUNG BALI Perayaan malam pergantian Tahun Baru 2026 di Kabupaten Badung Bali diwarnai insiden keba...
Denpasar balinotis.com — Pariwisata Bali lagi bagus-bagusnya nih, mau libur akhir tahun 2025. Hote...
Denpasar Balinotis.com — Pengawasan tempat wisata bahari di beberapa pantai dan perairan Bali dipe...
Denpasar – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kasih info penting nih: Bali b...
Balinotis.com – Aktivitas pariwisata di Bali kembali menunjukkan tren positif. Tingkat hunian hot...
Tari Rejang Dewa itu penting banget di Bali, soalnya tarian sakral ini jadi bagian dari tradisi keagamaan di sana. Bukan cuma sekadar ikut upaca...
Update Wisata Bali, Bali memang nggak pernah ada matinya! Tiap tahun selalu ada saja yang baru, bikin wisatawan dari mana-mana makin betah. Temp...
Tabanan, 11 Desember 2025 – Subak Jatiluwih di Tabanan makin populer di kalangan turis dunia pada tahun 2025 ini. Tempat yang dilindungi UNESC...
Exploring the Tech-Savvy WondersThe delineation between digital and physical continues to blur, weaving a fabric of reality that resonates with ...
Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!

No comments yet.